Follow by Email

Entri Populer

Selasa, 21 Juni 2011

COELENTERATA




A.    Tujuan Materi
  1. Mengenal keanekaragaman hewan-hewan Coelenterata.
  2. Observasi morfologi dan struktur hewan-hewan Coelenterata
  3. Mengelompokkan hewan-hewan Coelenterata ke dalam classis yang berbeda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.
  4. Observasi dan identifikasi ciri-ciri khas setiap classsis

B.      Dasar Teori
Coelenterata  (dalam bahasa yunani, coelenteron = rongga usus) adalah hewan invertebrata yang memiliki rongga tubuh.rongga tubuh mirip usus, rongga tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).Coeleanterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat.Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya. Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.
Dibandingkan dengan Filum Porifera, Filum Poelenterata lebih maju tingkatan filogeninya. Celenterata sudah disebut sebagai Metazoa, walaupun masih primitif. Hal ini didasarkan atas kekompleksan struktur tubuhnya, walaupun perkembangan organ tubuhnya masih terbatas.
1.      Ciri Tubuh :
·         Ukuran dan bentuk tubuh
            Tubuh Coelenterata beraneka ragam.Ada yang penjangnya beberapa milimeter, misal Hydra dan ada yang mencapai diameter 2 m, misalnya Cyanea.Tubuh Coelenterata simetris radial dengan bentuk berupa medusa atau polip.Medusa berbentuk seperti lonceng atau payung yang dikelilingi oleh “lengan-lengan” (tentakel). Polip berbentuk seperti tabung atau seperti medusa yang memanjang.


·         Struktur dan fungsi tubuh
            Coelenterata merupakan hewan diploblastik karena tubuhnya memiliki dua lapisan sel, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan dalam atau gastrodermis).Ektoderm berfungsi sebagai pelindung sedang endoderm berfungsi untuk pencernaan.Sel-sel gastrodermis berbatasan dengan coelenteron atau gastrosol.Gastrosol adalah pencernaan yang berbentuk kantong.Makanan yang masuk ke dalam gastrosol akan dicerna dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel gastrodermis.Pencernaan di dalam gastrosol disebut sebagai pencernaan ekstraseluler. Hasil pencernaan dalam gasrosol akan ditelan oleh sel-sel gastrodermis untuk kemudian dicerna lebih lanjut dalam vakuola makanan.Pencernaan di dalam sel gastrodermis disebut pencernaan intraseluler.Sari makanan kemudian diedarkan ke bagian tubuh lainnya secara difusi.Begitu pula untuk pengambilan oksigen dan pembuangan karbondioksida secara difusi.Coelenterata memiliki sistem saraf sederhana yang tersebar benrbentuk jala yang berfungsi mengendalikan gerakan dalam merespon rangsangan. Sistem saraf terdapat pada mesoglea.Mesoglea adalah lapisan bukan sel yang terdapat diantara lapisan epidermis dan gastrodermis.Gastrodermis tersusun dari bahan gelatin.
            Tubuh Coelenterata yang berbentuk polip, terdiri dari bagian kaki, tubuh, dan mulut.Mulut dikelilingi oleh tentakel. Coelenterata yang berbetuk medusa tidak memiliki bagian kaki. Mulut berfungsi untuk menelan makanan dan mengeluarkan sisa makanan
karena Coelenterata tidak memiliki anus.
Tentakel berfungsi untuk menangkap mangsa dan memasukan makanan ke dalam mulut. Pada permukaan tentakel terdapat sel-sel yang disebut knidosit (knidosista) atau knidoblas. Setiap knidosit mengandung kapsul penyengat yang disebut nematokis (nematosista).
http://tbn0.google.com/images?q=tbn:FKcA8zOGm-29PM:http://content.tutorvista.com/biology_11/content/us/class11biology/chapter10/images/img45.jpeg
Gambar B.1. Struktur Polip Coelenterata
Sumber http:// www.tutorvista.com
2.      Cara Hidup
     Coelenterata hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air. Mangsa menempel pada knodosit dan ditangkap oleh tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut. Habitat Coelenterata seluruhnya hidup di air, baik di laut maupun di air tawar. Sebagaian besar hidup dilaut secara soliter atau berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip, sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air.
3.      Reproduksi
     Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas. Pembentukan tunas selalu terjadi pada Coelenterata yang berbentuk polip. Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada tubuh induknya sehingga membentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma). Gamet dihasilakan oleh seluruh Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip. Contoh Coelenterata berbentuk polip yang membentuk gamet adalah hydra.


4.      Klasifikasi
     Coelenterata dibedakan dalam tiga kelas berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, yaitu :
·         Hydrozoa
            Hydrozoa (dalam bahasa yunani, hydro = air, zoa = hewan) sebagian besar memiliki pergiliran bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya.Hydrozoa dapat hidup soliter.Contoh Hydrozoa adalah Hydra, Obelia, dan Physalia. Untuk Obelia merupakan Hydrozoa yang hidupnya berkoloni di laut. Obelia memiliki bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya.
Gambar B.2. Daur Hidup Obelia
·         Scyphozoa
            Scyphozoa (scypho = mangkuk, zoa = hewan) memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya. Medusa Scyphozoa dikenal dengan ubur-ubur. Medusa umumnya berukuran 2 - 40 cm. Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual.Polip yang berukuran kecil menghasilkan medusa secara aseksual.Contoh Scyphozoa adalah Aurelia aurita dan Renila sp.
·         Anthozoa
            Anthozoa (anthus = bunga, zoa = hewan) memiliki banyak tentakel yang berwarna-warni seperti bunga. Anthozoa tidak memiliki bentuk medusa,hanya bentuk polip. Polip Anthozoa berukuran lebih besar dari dua kelas Coelenterata lainnya. Hidupnya di laut dangkal secara berkoloni.Anthozoa bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi, serta reproduksi seksual menghasilkan gamet. Contoh Anthozoa adalah Tubastrea (koral atau karang), Acropora, dan Urticina (Anemon laut). Koral hidup di air jernih dan dangkal karena koral bersimbiosis dengan ganggang. Ganggang memberikan makanan dan membantu pembentukan rangka pada koral. Sedangkan koral memberikan buangan yang merupakan makanan bagi ganggang serta perlindungan bagi ganggang dari herbivora. Rangka koral tersusun dari zat kapur. Rangka koloni dari polip koral inilah yang membentuk karang pantai (terumbu karang) atau atol (pulau karang).
  
Gambar B.3. Terumbu Karang di dasar Laut

           
5.      Peranan Coelenterata dalam Kehidupan Manusia
      Coelenterata terutama kelas Anthozoa yaitu koral atau karang merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan ganggang dimana beragam jenis ikan dan hewan laut bertelur dan mencari makan. Keanekaragaman organisme terumbu karang yang paling tinggi terdapat di Asia Tenggara, dari Filipina dan Indonesia hingga  Great Barier Reef di Australia. Dua puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup pada ekosistem ini. Selain itu, terumbu karang sanga indah sehingga dapat di jadikan objek wisata. Karang di pantai sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk mencengah pengikisan pantai, selain itu terumbu karang memiliki nilai ekonomis yang tinggi sebagai barang properti.
C.    Alat dan Bahan
1.      Mikroskop
2.      Preparat awetan sekret
3.      Beberapa awetan basah dan awetan kering Coelenterata

D.    Cara Kerja

·         Untuk preparat awetan sekret :
  1. Preparat awetan yang telah disediakan diambil kemudian diamati dengan menggunakan miroskop.
  2. Struktur tubuh dan ciri-ciri hewan tersebut diidentifikasi.
  3. Hasil pengamatan digambar dengan memberikan keterangan sesuai dengan hasil pengamatan.
·         Untuk awetan basah dan awetan kering Coelenterata:
  1. Awetan basah dan awetan kering Coelenterata diambil untuk diamati secara bergantian satu persatu.
  2. Awetan basah dan awetan kering diletakkan dimeja kerja.
  3. Alat gambar disiapkan untuk menggambar spesimen.
  4. Hewan-hewan coelenterata diamati  berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya dengan menggunakan mikroskop.
  5. Ciri-cirinya diidentifikasi.
  6. Hewan coelenterata digambar sesuai dengan yang diamati.

E.     HASIL  PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Berdasalkan hasil pengamatan, kami menemukan 15 spesies Coelenterata.  Spesies ini kami kelompokkan berdasarkan classis Coelenterata, di antaranya adalah Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.
Hydrozoa yang kami amati adalah Obelia sp. dan Hydra sp.
·         Hydra sp.
      Bentuk tubuh Hydra seperti polip, hidup di air tawar. Ukuran tubuh Hydra antara 10 mm – 30 mm. Makanannya berupa tumbuhan kecil dan Crustacea rendah. Bagian tubuh sebelah bawah tertutup membentuk kaki, gunanya untuk melekat pada obyek dan untuk bergerak. Pada ujung yang berlawanan terdapat mulut yang dikelilingi oleh hypostome dan di sekelilingnya terdapat 4-6 buah tentakel. Tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan. Selanjutnya makanan dicernakan di dalam rongga gastrovaskuler.
      Perkembangan Hydra terjadi secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual terjadi melalui pembentukan tunas/budding, kira-kira pada bagian samping tengah dinding tubuh Hydra. Tunas telah memiliki epidermis, mesoglea dan rongga gastrovaskuler. Tunas tersebut terus membesar dan akhirnya melepaskan diri dari tubuh induknya untuk menjadi individu baru.
      Perkembangbiakan secara seksual terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan sperma (dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang akan berkembang sampai stadium gastrula. Kemudian embrio ini akan berkembang membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk. Kista ini dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat pada obyek di dasar perairan. Kemudian bila keadaan lingkungan membaik, inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru.
·         Obelia sp.
      Obelia hidup berkoloni di laut dangkal sebagai polip di batu karang atau berenang di air sebagai medusa. Polip pada Obelia dibedakan menjadi 2 jenis polip pada cabang-cabang yang tegak, yaitu :

a.   Hydrant, yaitu polip yang bertugas mengambil dan mencernakan makanan.


b.   Gonangium, yaitu polip yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual, menghasilkan Obelia dalam bentuk medusa.
      Perkembangbiakan Obelia mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara keturunan seksual dengan keturunan aseksual. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh gonangium. Pada gonangium terbentuk tunas,  kemudian setelah matang tunas memisahkan diri dari induknya dan berkembang menjadi medusa muda yang dapat berenang bebas. Selanjutnya medusa muda berkembang menjadi medusa dewasa. Perkembangbikan seksual terjadi pada medusa dewasa. Hewan Obelia mempunyai dua alat kelamin (hermaprodit). Medusa dewasa akan menghasilkan sel telur / ovum dan sperma. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi di luar tubuh (eskternal) dan membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Pada tempat yang sesuai planula akan merekatkan diri menjadi polip muda, lalu polip dewasa., kemudian tumbuh menjadi hewan Obelia. Selanjutnya, Obelia memulai melakukan pembiakan aseksual dengan pembentukan tunas/budding, sehingga membentuk koloni Obelia yang baru.
Kemudian classis Scyphozoa yang kami amati adalah Aurellia aurita dan Renila sp. . Seperti Obelia, Aurellia juga mengalami pergiliran keturunan seksual dan aseksual. Aurellia memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh individu betina. Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda disebut skifistoma. Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurellia tampak seperti tumpukan piring dan disebut strobilasi. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan menjadi medusa muda disebut Efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa.
Classis yang terakhir adalah Anthozoa, kami mengamati ada 10 spesies yaitu Astrangiadanae, Metridiumdiantus, Fungia, Meandrina, Archopora, Gorgonia, Meandra, Polidacna, Tubifora musica, dan Anthipates. Adapun karakteristik Antozoa yaitu memiliki banyak tentakel yang berwarna-warni, bentuk polip berukuran besar, hidup di laut dangkal secara soliter atau berkoloni, bereproduksi aseksual dengan cara tunas dan fragmentasi serta reproduksi seksual dengan gamet.
1.      Tabel Pengamatan secret dan hewan filum Coelenterata
No
Nama Spesies
Simetri Tubuh
(Diploblastikl)
Polip
Medusa
Mulut
Tentakel
Cakram Basal
Gastro
vaskuler
Classis
1
Astrangia danae
Radial
-
Anthozoa
2
Aurelia aurita
Radial
-
-
Schypozoa
3
Renila sp.
Radial
-
-
Schypozoa
4
Physalia pelagica
Radial
-
-
Hydrozoa
5
Metridium diantus
Radial
-
-
Anthozoa
6
Hydra sp.
Radial
-
Hydrozoa
7
Obelia sp.
Radial
Hydrozoa
8
Fungia sp.
Radial
-
Anthozoa
9
Meandrina
Radial
-
Anthozoa
10
Acrophora
Radial
-
Anthozoa
11
Gorgonia. sp
Radial
-
Anthozoa
12
Meandra
Radial
-
Anthozoa
13
Polidacna
Radial
-
Anthozoa
14
Tubifora musica
Radial
-
Anthozoa
15
Antipathes. sp
Radial
-
Antozhoa

2.      Pertanyaan dan Jawaban
·         Dapatkah anda menjelaskan persamaan yang di miliki oleh setiap spesies yang anda amati?  Tuliskan persamaanya?
Jawab : Berdasarkan data dari hasil pengamatan di atas, dapat dilihat jika spesies – spesies Coelenterata diatas memiliki persamaan, yaitu memiliki tentakel, mulut, rongga gastrovaskuler dan simetri tubuhnya diploblastik radial. Semua persamaan di atas merupakan ciri khas dari filum Coelenterata.
·         Dapatkah anda menjelaskan perbedaan yang di miliki oleh setiap spesies tersebut sehingga di klasifikasikan dalam classis yang berbeda?
Jawab : Perbedaanya dapat di lihat berdasarkan ada tidaknya cakram basal serta berdasarkan bentuknya. Bentuknya ada yang  polip atau medusa.

·         Tuliskan ciri dari setiap kelas!

Classis
Ciri khas
Contoh spesies
Hydrozoa
Bentuk mirip ular laut (Hydro), memiliki cakram basal untuk melekat, fase hidup berbentuk polip dan medusa, tetapi yang lebih dominan dan bertahan lama adalah fase polip.


Gambar E.1. Obelia.sp
Sumber Foto Pribadi
Anthozoa
Bentuk mirip bunga (Antho), memiliki cakram basal, Fase hidup berupa polip dan medusa, namun karena fase medusa tereduksi maka dapat dikatakan hanya memiliki fase polip saja,  hidup di dasar laut serta menghasilkan sekret zat kapur.


Ganbar E.2. Polidacna
Sumber Foto Pribadi
              
Schypozoa
Bentuk mirip mangkuk (Schypo), fase hidup polip dann medusa, sedangkan yang lebih dominan adalah fase medusa


Gambar E.3. Aurelia aurita



·         Tuliskan kegunaan dan manfaat Coelenterata!
Jawab : Coelenterata terutama kelas Anthozoa yaitu koral atau  karang merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan ganggang dimana beragam jenis ikan dan hewan laut bertelur dan mencari makan. Keanekaragaman organisme terumbu karang yang paling tinggi terdapat di Asia Tenggara, dari Filipina dan Indonesia hingga  Great Barier Reef di Australia. Dua puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup pada ekosistem ini. Selain itu, terumbu karang sanga indah sehingga dapat di jadikan objek wisata. Karang di pantai sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk mencengah pengikisan pantai, selain itu terumbu karang memiliki nilai ekonomis yang tinggi sebagai barang properti.
·         Tabel Karakteristik Coelenterata   
Filum
Pencernaan Makanan
Ekskresi
Pernafasan
Sistem Syaraf
Reproduksi
Coelenterata
Ekstra sel : Rongga gastrovaskuler
Intra sel : Sel Berflagel



Difusi melalui permukaan tubuh
Difusi melalui permukaan tubuh
( Obligat Aerob)
Sistem saraf difusi dengan ganglion yang tersebar di seluruh bagian tubuh.
Vegetatif: Pembentukan tunas luar
Generatif : pembuahan ovum dan sperma


3.      Klasifikasi dan Gambar

Phylum : Coelenterata
Classis   : Hydrozoa
Ordo      : Siphorophora
Genus    : Physalia
Species  : Physalia pelagica

 
Klasifikasi
Gambar Spesimen





Phylum  : Coelenterata
Classis   : Anthozoa             
Ordo      :
Genus    : Polydacna
Species :  Polydacna sp.
 












Phylum  : Coelenterata
Classis   : Anthozoa
Ordo      : Antipatharia
Genus    : Antipathes
Species : Antipathes dichotoma
 

Phylum  : Coelenterata
Classis   : Anthozoa
Ordo      : Madreporaria
Genus    : Fungia
Species : Fungia sp.
 

Phylum : Coelenterata
Classis   : Anthozoa
Ordo      : Madreporaria
Genus    : Meandra (Mendrina)
Species : Meandra sp.

 

Phylum : Coelenterata
Classis   : Anthozoa
Ordo      : Stolonifera
Genus    : Tubifora
Species : Tubifora musica
 




Phylum : Coelenterata
Classis   : Hydrozoa
Ordo      : Hydroida
Genus    : Hydra
Species : Hydra sp.
 





Phylum : Coelenterata
Classis   : Hydrozoa
Ordo      : Hydroida
Genus    : Obelia
Species : Obelia sp.
 

Phylum : Coelenterata
Classis   : Schypozoa
Ordo      : Pennatulacea
Genus    : Renilla
Species : Renilla sp.
 

Phylum : Coelenterata
Classis   : Schypozoa
Ordo      : Pennatulacea
Genus    : Renilla
Species : Aurelia aurita
 





Phylum : Coelenterata
Classis   : Anthozoa
Ordo      :
Genus    : Astrangia
Species : Astrangia danae
 

                                       
Phylum : Coelenterata
Classis   : Anthozoa
Ordo      :
Genus    : Metridium
Species : Metridium dianthus
 

Phylum : Coelenterata
Classis   : Anthozoa
Ordo      :
Genus    : Acrophora
Species : Acrophora sp.
 

                                       
Phylum : Coelenterata
Classis   : Anthozoa
Ordo      :
Genus    : Meandrina
Species : Meandrina sp.
 

Phylum : Coelenterata
Classis   : Anthozoa
Ordo      : Gorgoraceae
Genus    : Gorgonia
Species : Gorgonia sp.
 







F.     KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa filum coelenterata terbagi dalam tiga kelas yang di dasari oleh kemiripan bentuk tubuh dan ada atau tidak adanya cakram basal, serta fase dominannya. Ketiga kelas tersebut adalah : Hydrozoa, Schypozoa dan Anthozoa. Adapun spesimen yang berhasil kami amati dan kami kelompokan yaitu Gonionemus vertentes, Obelia sp. dan Hydra sp termasuk kelas Hydrozoa. Astrangiadanae, Metridiumdiantus, Fungia, Meandrina, Archopora, Gorgonia, Meandra, Polidacna, Tubifora musica, dan  Anthipates termasuk kelas Anthozoa. Dan kelas yang terakhir yaitu Scypozoa dengan spesimen Aullia aurita dan Renila sp.
Coelenterata merupakan hewan berongga yang struktur tubuhnya sederhana, ada yang bentuk polip dan ada pula bentuk medusa. Tubuh hewan Coelenterata tersususin oleh lapisan jaringan epidermis dan bagian dalam lapisan jaringan endodermis atau gastrodermis, sedangkan diantara keduanya terdapat lapisan nonseluler yang disebut dengan mesoglea.
Respirasi dan ekskresi pada Coelenterata pada umumnya, dilakukan secara langsung melalui sel-sel permukaan tubuhnya yang langsung bersentuhan dengan air. Reproduksi Coelenterata dilakukan secara vegetatif dengan tunas luar dan secara generatif dengan menghasilkan gamet oleh kelenjar gonad.




























DAFTAR  PUATAKA

  • Kastawi, Yusuf. 2005. Zoologi Avertebrata. Malang: Universitas NegeriMalang
  • Yatim, wildan. 2003. Kamus Biologi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia

  • Toharudin, Uus. 2001. Zoologi Invertebrata : Prisma Press

  • Sutarno, Nono, dkk. 2009. Hand Out Zoologi Invertebrata : Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI


  • www. yahoo.com

  • http://www.tutorvista.com





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar